Azan
zhuhur sudah berkumandang, segera saya menuju masjid dekat kantor. Jamaah yang lain pun berduyun-duyun
menuju masjid. Awalnya saya juga heran ternyata di zaman modern seperti ini masih ada juga masjid
yang ramai dikunjungi jamaah. Ketika sang muadzin mengumandangkan
iqamah, jamaah secara serentak berdiri memenuhi shaf yang ada.
Saat
itu saya menempati shaf kedua, tapi ternyata di shaf pertama masih ada
tempat untuk satu orang lagi. Karena sang imam menunggu shaf depan
terpenuhi, saya pun maju agar shalat berjamaah dapat segera
dilakukan. Sebenarnya ada yang sedikit mengganjal karena jamaah di
samping saya adalah Bapak X, yang notabene sering saya hindari karena
bapak tersebut sering melakukan gerakan-gerakan di luar shalat yang
sangat mengganggu konsentrasi saya dalam shalat. Tapi mau bagaimana lagi,
saya pun pasrah dan berharap semoga saya bisa khusuk dalam shalat.
Menjelang takbir Bapak X itu masih seperti biasanya, banyak bergerak
yang tidak perlu. Padahal, Bapak X ini sudah beberapa hari tidak
terlihat, tapi hari ini beliau muncul lagi dan kebetulan
satu shaf dengan saya (mungkin rindu dengan jamaah-jamaah di masjid ini karena ukhuwah antarjamaahnya kental sekali). Karena takut mengganggu dalam shalat, saya pun
memejamkan mata ketika Bapak X tersebut bergerak-gerak (saya sudah
agak hafal kapan saat-saat beliau bergerak, hal ini saya ketahui ketika Bapak X tersebut melakukan shalat sunnah, jadi memang gerakan yang dilakukan sudah seperti
kebiasaan).