Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 12 Oktober 2016

Para Penafsir Dadakan




Hari ini, tiba-tiba bermunculan ahli tafsir dadakan terkait kata AULIYA dalam Al-Qur`an. Kata mereka, kata itu tidak boleh ditafsirkan sebagai PEMIMPIN. Bagi mereka, yang paling tepat mewaikili kata AULIYA adalah TEMAN atau SAHABAT KARIB. Ya, mereka adalah sekelompok orang yang begitu membangga-banggakan kebebasan, tetapi di sisi lain justru mengekang kebebasan orang lain untuk berpendapat—padahal yang berpendapat adalah para ulama. Begitulah, mereka bebas menafsirkan—padahal bukan ulama, apalagi ahli tafsir—tetapi tidak bagi yang lain meski paham agama dan tahu ilmu tafsir. Standar ganda, bukan? Aneh, bukan?

Senin, 07 April 2014

Sikap Pada Pengabai Kebenaran









Sudah lama saya tidak menulis di blog. Bukan karena tak ada hal yang patut dibagikan, tapi faktor sempatlah yang menjadi kendala. Meski demikian, kehidupan saya tetap tak jauh-jauh dari aktivitas literasi. Moga dengan munculnya tulisan ini, bisa memacu saya untuk menjadi seorang narablog yang aktif lagi. Mohon doanya!

Motif saya dalam menulis tak lain adalah untuk berbagi pada sesama, yang dengannya semoga bernilai amal ibadah di hadapan Sang Mahakuasa. Tentu yang saya bagikan adalah kebaikan dan kebenaran. Karena jika tidak, maka tentu jariyah dosalah yang akan saya dapatkan.

Senin, 26 Maret 2012

Bertanyalah...


Akhir-akhir ini berita terkait rencana pemerintah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak atau yang lebih dikenal dengan sebutan BBM semakin gencar. Setiap hari berita ini selalu menjadi tajuk berita di berbagai media massa, baik di televisi, radio, surat kabar, dsb. Tidak aneh memang karena isu ini memegang peranan penting dalam kehidupan masyarakat dunia, termasuk bagi masyarakat di Indonesia.

Terkait akan dinaikkannya harga BBM muncul berbagai reaksi di semua kalangan. Ada yang mendukung, tapi tak sedikit pula yang menentang. Diskusi-diskusi pun digelar di berbagai stasiun televisi, baik negeri maupun swasta. Semua praktisi memberikan opininya, bahkan tak jarang demi memuluskan opini yang kebenarannya sangat relatif mengatasnamakan “kepentingan rakyat” sebagai alat pelegitimasinya. Ironi memang, tapi inilah faktanya yang terjadi di negeri “kolam susu” Indonesia.

Senin, 16 Januari 2012

Sabar Ketika Sakit


Sudah beberapa hari ini aktivitas di blog terhenti sejenak. Padahal, banyak hal yang ingin saya utarakan di blog. Karena sakit, maka mau tak mau harus istirahat juga. Tidur tak nyenyak, makan tak enak, semua terlihat kekuning-kuningan, semua yang masuk mulut terasa pahit tak peduli makanan sekelas para raja sekalipun, pokonya semua terasa tak enak. 

Sungguh nikmat itu begutu terasa saat Allah mengambilnya, walau sejenak. Tapi, alhamdulillah, setelah tiga hari terkena demam hari ini bisa memanjakan jari-jemari lagi dengan menulis. Walau belum sehat 100%, tapi setidaknya sudah bisa merasakan indahnya mentari pagi. Sudah sepatutnya saya bersyukur, “Alhamdulillah ya Rabb, akhirnya hari ini Kau izinkan aku kembali menapaki dunia fana ini. Semoga keridhaan-Mu selalu menyertai hari-hari kami.” Apakah Anda juga baru saja sembuh dari sakit? Atau mungkin malah sedang sakit? Maka bersabar dan bersyukurlah karena sungguh Allah sangat menyayangimu. Dan jika Anda sehat, maka lebih bersyukurlah atas karunia-Nya ini dengan selalu menjalankan semua perintah-Nya dan menjauhi seluruh larangan-Nya. Karena sungguh tak ada yang lebih diiginkan oleh orang sakit selain kesehatan. Begitu bukan?

Selasa, 10 Januari 2012

Ketika Dizalimi...


Pernahkah Anda merasa dizalimi? Bagiamanakah rasanya? Secara manusiawi orang yang pernah dizalimi akan merasakan sakit hati--setidaknya itu pula yang pernah saya rasakan. Bagaimana dengan Anda? Sekilas pertanyaan itu akan mengingatkan kita pada peristiwa-peristiwa tertentu, yang tergolong perbuatan menzalimi diri kita. Bagi yang belum pernah dizalimi mungkin pertanyaan itu tidak begitu berarti dan tidak pula memunculkan kenangan pahit tertentu seperti yang dirasakan oleh sebagian dari kita. Tapi paling tidak, bagi yang belum punya pengalaman dizalimi dapat belajar dari pengalaman orang-orang yang pernah terzalimi dan mampu mengambil hikmah yang terkandung di dalamnya. Amin.