Tampilkan postingan dengan label Keluarga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Keluarga. Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 November 2012

Alma pun Bisa Memperhatikan

Menjelang usia 5 bulan, Alma—anak saya—sudah mulai latihan tengkurap. Senang bukan kepalang ketika sepulang kerja saya dapati dia sedang asyik bermain dengan ibunya dalam posisi badan tertengkurap. Awalnya, saya sempat bimbang dengan tubuhnya yang lumayan gemuk karena sangat mungkin akan mengalami kesulitan saat ia akan membalikkan badan.

Meski di usia 4 bulan berat badannya sudah mencapai 7 Kg, tapi ini bukan karena mengonsumsi susu formula. Sedari awal saya dan istri sudah bertekad untuk memberikan ASI (Air Susu Ibu) eksklusif kepada buah hati kami hingga dia berumur 2 tahun. Jadi, gemuknya anak saya, yang masih dalam batas kewajaran dinilai dokter sebagai manfaat dari terserapnya ASI secara optimal. Karena akan berbeda dengan anak yang diberi susu formula, gemuknya bukan karena sehat tapi lebih ke kondisi tertumpuknya lemak dalam tubuh si bayi.

Kamis, 02 Agustus 2012

Teladan Sepanjang Hayat

Alhamdulillah, pada tanggal 9 Sya'ban 1433 H yang bertepatan dengan tanggal 29 Juni 2012, putri pertama kami (saya dan istri) lahir dengan selamat. Bahagia yang tak terperi pun menyelimuti perasaan kami.

Pada hari ketujuh, Sunnah pun kami laksanakan; melakukan aqiqah, memberi nama si bayi, dan mencukur seluruh rambut bayi untuk ditimbang dan disedekahkan dengan dikonversikan dengan harga perak. Nama yang kami berikan adalah Alma Hananiyya. Kami berharap semoga putri kami bisa menjadi seorang hamba Allah yang cerdas dan dikasihi oleh Allah.

Sejak kelahiran anak kami, maka praktis kami telah menjadi orangtua. Dan konsekuensi menjadi orangtua adalah mengantarkan anak keturunan kami menjadi anak yang sesuai dengan fitrahnya, yakni beriman kepada Allah Swt dengan menjadikan agama Islam sebagai pegangan hidupnya dan Sunnah Nabi sebagai teladannya. Tak lupa pemenuhan kebutuhan yang bersikap fisik pun harus semaksimal mungkin kami upayakan, salah satunya adalah memberikan ASI eksklusif kepada si bayi selama 2 tahun penuh atau kalau memang tidak bisa paling minim 6 bulan.

Jumat, 16 Desember 2011

Nikah, Siapa takut!

Alhamdulillah, lima bulan yang lalu (tepatnya tanggal 24 Juli 2011) saya telah melepas status lajang saya. Sempat bimbang sebelum melangsungkan akad nikah. Bukan karena takut salah ketika mengucapka ijab-qabul, tapi lebih ke masalah kesiapan setelah menikah. Bagaimana menjadi seorang suami dan bapak yang harus menafkahi keluarga serta mempertanggungjawabkan semuanya kelak di hadapan Allah Swt. Terlebih beberapa bulan sebelum menikah, saya masih berstatus pengangguran. Jadi, rasa yang tidak menentu semakin menghantui diri saya.

Sebenarnya niat untuk menikah sudah ada sejak menginjak semester akhir kuliah. Akan tetapi, selalu saja kalah dengan perasaan-perasaan yang sejatinya saya ciptakan sendiri, takut, cemas, khawatir, dan seabreg perasaan aneh lainnya. Pengadaian yang tidak berujung pun menjadi alasan saya untuk ragu-ragu melangkahkan kaki ke jenjang pernikahan.